Posted by : Unknown Senin, 16 September 2013

 NASA selidiki fenomena mirip aurora borealis di bulan

 Sebuah pesawat luar angkasa baru saja dikirim NASA untuk melaksanakan sebuah misi di bulan. Tugasnya adalah mencari jawaban mengenai misteri debu bulan yang tak bisa dipecahkan sejak 40 tahun lalu.
Seperti yang dilansir oleh The Verge (6/9), misi ini dimulai pertama kali sejak Apollo 17 yang dipimpin oleh Eugene Cernan menemukan sebuah efek mirip aurora borealis di horizon bulan. Ternyata, fenomena tersebut hingga sekarang belum bisa dijawab penyebabnya.
Kali ini, lewat misi bernama Lunar Atmosphere and Dust Environment Explorer (LADEE) NASA pun mencoba untuk menginvestigasi pertanyaan yang tersimpan sejak 40 tahun lalu tersebut. Mereka ingin mengetahui apa rahasia yang ada di balik fenomena yang ditemukan oleh Komandan Cernan tersebut.
Juru bicara LADEE, Sarah Noble, menjelaskan bahwa misi ini diharapkan sudah mampu memasuki orbit bulan pada satu bulan mendatang. "Ini adalah waktu ideal untuk mengobservasi bulan sembari masih ada di posisi asli dan murninya," terang Sarah.
Hipotesis peneliti sendiri menduga bahwa fenomena tersebut terjadi lantaran adanya partikel kecil yang naik dari bulan sejauh puluhan kilometer ke atas. "Kami sangat bangga akhirnya mendapatkan kesempatan untuk memahami apa yang terjadi dari lingkungan debu di sekitar bulan," lanjutnya.
Pesawat ini sendiri baru saja berangkat pada pukul 23:27 waktu setempat. Rencananya, pesawat ini akan mengorbit bulan selama tiga bulan sebelum akhirnya mendarat.

Leave a Reply

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

Welcome to My Blog

Entri Populer

You can replace this text by going to "Layout" and then "Page Elements" section. Edit " About "

Copyright 2017 , Afif Ramadhan's Blog. Diberdayakan oleh Blogger.

Followers

About Me

- Copyright © Afif Ramadhan's Blog - Everything is Knowledge -Robotic Notes- Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -